Kediri (aksaratimes.com) – Kristiono melalui PH yang ditunjuk Moch Mahbuba, SH mengirimkan surat somasi ke Dinas Pendidikan Kota Kediri. Pengiriman surat somasi tersebut dikarenakan, siswa D yang duduk dikelas 7 anak dari Kristiono, diduga menjadi korban Bullying dimana tempat ia bersekolah di SMP Negeri 1 Kota Kediri.

Siswa D yang menjadi korban Bullying mengalami depresi dan mengalami psikomas yang menyebabkan perubahan prilaku serta hampir melakukan bunuh diri.

Usai memberikan surat Somasi, Jumat (6/3/2020) Penasehat Hukum, Moch Mahbuba, SH menjelaskan, dalam isi surat somasi yang dilayangkan ke Dinas Pendidikan Kota Kediri, diantaranya

1. Bahwa untuk diketahui klien kami adalah orang tua dari anak DWK yang menjadi korban Bullying disekolah tempat dia belajar yaitu SMP Negeri 1 Kota Kediri.

2. Bahwa anak dari Klien kami, saat ini mengalami depresi yang disertai gejala psikomas, sehingga menyebabkan perubahan, emosi, perilaku, dan turunya motivasi dan munculnya keluhan fisik yang dialami yaitu mual, pusing, tidak nafsu makan, diare terus menerus dan sempat dirawat di Rumah sakit Gambiran dan Bhayangkara Kota Kediri.

3. Bahwa hal tersebut terjadi akibat tindakan pengancaman terhadap anak Klien kami, akan diberikan nilai 0 pada mata pelajaran ekstra apabila tetap meminta izin pulang.

Moch Mahbuba juga mengatakan apabila kejadian Bullying dari pihak sekolahan tidak ada niatan baik, maka kami akan melanjutkan ke jalur Hukum.

Ia menegaskan bahwa, tindakan tersebut merupakan tindakan melawan hukum. Diduga melanggar UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

“Dan kami meminta kepada guru dan kepala sekolah untuk meminta maaf secara terbuka kepada siswa D, dihadapan seluruh siswa SMP Negeri 1 Kota Kediri, dan bersedia mundur dari jabatan kepala sekolah. Sebelum kami melanjutkan ke proses hukum, “tegasnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Kediri, Marsudi Nugroho menjelaskan, sambil membacakan surat perjanjian yang telah disepakati oleh orang tua wali murid.

Ia mengucapkan, mediasi perlu, arogansi tidak boleh, selogan sekolahan harus dijaga bersama. Terimakasih p. Marsudi telah memberikan aturan yang nyaman bagi anak anak.

Selain itu, Marsudi juga menganggap bahwa Bullying yang dilakukan bukan kepada siswa melainkan dari orang tua siswa menghunjat dengan kata kata yang tidak baik dibeberapa medsos.

Ia menambahkan, bahwa untuk nilai Nol itu merupakan nilai dari absensi kehadiran, yang akan diberikan dengan nilai A,B, kalau tidak sering masuk akan diberi nilai Nol, jadi itu hanya untuk memotivasi saja.