Diduga Batu akan dijadikan Kota Judi Seperti Macau di China, Sabong Ayam dan Dadu Melenggang Bebas

Batu, Sabtu 10/04/2021
Setelah ramainya pemberitaan Perjudian Besar Sabong Ayam dan Dadu di Ds. Ngaglik Kec. Batu Kab. Batu, panitia Perjudian Sabong Ayam sepertinya kebakaran jenggot, diduga kuat sudah terbentuk Konsorsium perjudian, sehingga penegak Hukum seperti terhipnotis, dan terlena dengan atensi yang diberikan dari para Bandar Penjudi Sabtu 10/04/21.

Perkembangan perjudian Sabung Ayam dadu Dadu yang besar di Wilayah Hukum Polres Batu, diduga kuat sudah terbentuk Konsorsium perjudian sejak lama, sehingga penegak Hukum dari Polsek Batu dan Polres Batu tidak bisa melakukan tindakan apapun terkait perjudian di Wilayah Hukumnya.

Adanya beberapa pelanggaran yang bisa di jerat ke Pasal 303 KUHP juncto Pasal 2 UU RI Nomor 7 tahun 1974 tentang penertiban perjudian, Pasal 93 juncto pasal 9 UU RI Nomor 6 tahun 2018 tetang kekarantinaan kesehatan, Aparat Penegak Hukum dituntut harus bertindak tegas terkait Perjudian Sabong ayam di Ds. Ngaglik Kec. Batu Kab. Batu Jawa Timur ini.

Read More

Dari hasil Investigasi tim awak media yang sempat berada di lokasi Perjudian Sabung Ayam dan Dadu Terbesar di Ds. Ngaglik Kec. Batu Kab. Batu Jawa Timur, yang menurut warga sekitar sudah lama ada ini seperti Macau saja, pasalnya para Bandar Penjudi dan pengunjung yang datang rata-rata dari luar kota dan luar pulau seperti Samarinda juga ada dengan menaiki Mobil mewah semua.

Saat tim investigasi masuk ke arena pertarungan Sabung Ayam dan duduk di depan sebagai penonton yang mana satu tempat duduk tersebut di bandrol dengan harga Rp. 150 rb untuk satu orang, kalau ratusan orang yang menonton sudah berapa pemasukan pengelola perjudian tersebut.

Kita harus pesan terlebih dahulu tempat duduk, karena semua tamu undangan tidak bisa asal masuk, karena sudah di hadang di depan dengan penjagaan yang super ketat, Handphone juga harus dititipkan kecuali benar-benar anggota atau bandar yang sudah mempunyai member saja yang boleh membawa masuk handphone di arena perjudian.

Adapun sistemnya panitia untuk menyiapkan kursi harus reservasi terlebih dahulu dan penginapan juga disediakan, semua di hubungi melalu panitia perjudian tersebut melalui grup para pemain/penjudi.

Lokasi yang berada dekat dengan Villa Rood Hills 2 ini memang dirasa tempat yang strategis dan aman, yang mana panitia perjudian juga sudah memberikan jadwal atensi untuk hari Rabu Hijau, Sabtu Coklat dan Minggu Lingkungan. Lokasi yang merupakan komplek villa wisata batu 2 arhayyan, yang diketahui milik pengusaha dan Bandar berinisial “STPN”, menyediakan tanah seluas kurang lebih 1 hektare untuk arena perjudian ini.

Salah satu warga sekitar perjudian yang berinisial “S” saat bercerita mengatakan “ini perjudian yang terbesar mas di Batu, pendatang dari luar kota rata-rata orang Cina, dan mengendarai mobil mewah, ya kita setiap hari Minggu diberi uang agar membantu suasana lebih kondusif dan aman, serta tidak timbul gejolak” Ungkapnya.

Saat dikonfirmasi terkait Perjudian di Ds. Ngaglik Batu, Kanit 5 Perjudian Polda Jatim Kompol Yunar Sirait saat di hubungi melalui sambungan telepon tidak menjawab dan terkesan tidak mau melayani awak media yang melakukan Konfirmasi.

Ditempat terpisah saat awak media mendatangi mapolres Batu dan akan mengkonfirmasi kepada Kapolres Batu, pihak pos penjagaan menuturkan ”bahwa bapak kapolres sedang tidak ada ditempat” jawabnya singkat.

Menanggapi adanya perjudian sabung ayam diwilayah hukum Polres Batu, pengamat hukum Didi Sungkono, S.H., M.H.angkat bicara, ”Harusnya Polisi sebagai pelaksana hukum bertindak tegas, dan kalau ada pihak2 yang tidak menuruti himbauan polisi , bisa dilakukan upaya paksa apalagi ada unsur pidananya, bisa dijerat pasal yang berlapis hal itu sudah diatur dalam Pasal 212, KUHP, 216 KUHP, dan Pasal 218 KUHP, apalagi terang dan jelas, perjudian dalam skala besar diatur dalam pasal 303 KUHP, polisi harus tegas dalam menegakkan hukum tidak boleh tebang pilih, kita berharap segera diadakan upaya lidik dan sidik, ini perjudian sabung ayam kok ada undangannya, ada panitianya patut diduga hal tersebut sudah berlangsung lama,” Urai pengamat hukum yang juga Direktur LBH Rastra Justitia 789. (Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *