Diduga Depresi karena Ekonomi Warga Tosaren Gantung Diri

Kediri (aksaratimes.com) – Warga Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri dihebohkan dengan ditemukan Miseran (45) jalan Tosaren II, RT 16 RW 06, Kelurahan Tosaren Kec Pesantren, Kota Kediri dalam keadaan meninggal dunia, gantung diri di rumahnya, Sabtu (11/1/2020).

Pria tiga anak tersebut, ditemukan terikat lehernya dan menggantung di usuk kamarnya dengan menggunakan tali Lawe (Pramuka) sepanjang 2,5 meter.

Kassubag Humas Polres Kediri Kota, AKP Kamsudi saat dihubungi membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, korban yang kesehariannya membuka warung kopi di rumahnya itu nekat bunuh diri karena diduga karena depresi memikirkan tanggungan keluarga.

Read More

AKP Kamsudi menuturkan, Kejadian bermula, saat itu Saksi Teguh (34) bersama anaknya bertamu di rumah korban dalam keadaan kosong dan hanya bertemu anak korban saja, sekitar pukul 10.45 WIB

“Saksi yang masuk kedalam rumah sambil bermain kendang didepan TV, depan kamar korban, saat melihat keatas didalam kamar korban, saksi terkejut mengetahui kondisi korban yang sudah terikat bagian lehernya yang menggantung di usuk rumah dengan tali lawe sepanjang sekitar 2,5 meter, “jelas AKP Kamsudi.

Kemudian, saksi Teguh memberitahukan hal itu ke Katiman (51) kakak korban dan warga sekitar. Mengira korban masih bernafas, warga bersama-sama berusaha menolong korban dan membawanya ke Rumah Sakit (RS) Baptis.

Kejadian tersebut, kemudian oleh warga sekitar langsung melaporkan ke Polsek Pesantren. Begitu mendapatkan laporan langsung mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi saksi.

“Dari keterangan saksi yang didapatkan Sudjiati (istri korban) suaminya beberapa hari lalu sempat linglung dan depresi, karena mengalami tanggungan ekomoni keluarga, “jelasnya.

Selian itu, korban yang warungnya sepi, untuk menghidupi ketiga anaknya yang membutuhkan biaya sekolah tidak cukup dan juga memikirkan anaknya yang tersandung kasus yang menjalani hukuman dilapas.

“Dari hasil olah TKP tidak ada tanda tanda kekerasan, dan pihak keluarga sepakat serta menandatangani surat pernyataan kejadian tersebut sebagai musibah, dan tidak akan menutut, “pungkasnya.

Related posts