by

Diterpa isu pemain titipan Persik EPA terseok-seok

Aksaratimes.com|10 November 2021. Kediri, ajang kontestasi Elite Pro Academy (EPA) merupakan bagian dari program PSSI tentang percepatan Calon Bibit baru usia dini di bidang sepakbola, di mana bibit-bibit muda pemain bola Indonesia berawal dari proses pemilihan untuk lanjut ke pagelaran tournament prefesional Liga Indonesia, usia muda menjadi daya tarik para agen pencari bakat medapat bibit unggul yang dilahirkan oleh para tim tim EPA asal daerah,

Dengan pelatih kepala Budi Sudarsono

Diketahui beberapa pemain yang sudah sukses terseleksi dari EPA,
diantaranya brylian aldima, Ronaldo kwateh, Rizky ridho, Marcelino Ferdinand, Tito Hamzah, dan masih banyak lagi.

Foto ketika seleksi

Ajang tournament ini digelar bersamaan dengan tim senior liga 1 dimana peserta EPA merupakan tim junior dari tim liga 1 , ditahun ini persik Kediri sebagai tim promosi diwajibkan mengikuti EPA.

Foto tim epa di Bandung

Hampir lebih 300 anak disertakan untuk seleksi EPA persik, dan terpilih 35 anak (sesuai regulasi PSSI) terbaik, dari kelompok usia 16 dan 18 dimana EPA tahun ini menggunakan sistem home tournament dengan 2 series di jawa barat, untuk mengikuti semua laga di series 1 tim U16 dan U18 dan berada di posisi juru kunci grup hal ini menimbulkan tanda tanya besar , dimana potensi anak muda Kediri bisa dikatakan sangat bisa bersaing di kancah nasional, sampel contoh ketika juara liga 2 2019 hampir 80% pemain adalah putra daerah Kediri, lalu beberapa pemain asli Kediri juga sering medapat undangandari timnas seperti nadeo kiper Bali ini juga masih di bilang sangat muda dan potensial.

Lantas apa yang membuat persik EPA kewalahan menghadapi tim tim lawan, dari penelisikan awak media terisiar isu miring bahwa sebagian pemain adalah pemain titipan dimana secara kualitas jauh dari standart daripada anak anak yang tidak masuk dalam daftar lolos seleksi ,sayang seribu sayang, proses yang digadang gadang untuk filter bibit baru sepak bola prefesional kembali dikotori oleh oknum oknum terkait,


hal ini sempat dibantah manajemen persik dan pelatih akan tetapi ketika awak media menelusuri ke beberapa orang, ditemukan kabar ada wali murid yang ditawari beberapa jasa tiket emas untuk lolos seleksi agar anaknya terpilih menjadi tim inti Persik EPA, masih adakah sistem anak titipan seperti ini ? Atau memang opsi mempertebal kantong pribadi? , Pelatih kepala EPA persik Budi Sudarsono menyampaikan bahwa “persiapan anak-anak terlalu mepet, tidak ada jadwal latihan lama menghadapi sebuah tournament harus punya persiapan yang cukup, akan tetapi ketika melihat kenyataanya banyak tim-tim yang juga baru saja berkumpul bahkan baru seminggu persiapan sebelum berangkat” ,jadi apakah benar pemilihan pemain yang hanya berdasar titipan itu yang jadi kendala persik terseok-seok di EPA ?, Persik Kembali Dihantui Oknum Berkepentingan, Syarif Hidayatullah Selaku General Manager dilansir dari laman resmi klub saat dimintai keterangan melalui Whatsapp Rabu,10 November 2021 15.39, belum ada tanggapan hingga berita ini ditayangkan.(Red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed