by

Esek Esek berkedok Panti Pijat, Kediri Surga Hiburan Malam

Aksaratimes.com| 29 Desember 2021. Kediri- Lolos dari pantauan APH, diduga Bisnis esek esek berkedok panti pijat hingga pedagang miras menjamur dibawah kepempinan mas dhito.

Panti Pijat mayang yang berlokasi di jl.raya tugurejo,Dsn.baba’an, ds tugurejo,kec.ngasem itupun diduga melakukan bisnis prostitusi dengan kedok pijat traditional yang menyuguhkan wanita muda nan menggoda.

Keberadaan panti pijat ini membuat resah warga sekitar, pasalnya therapis Mayang rata-rata memperkerjakan perempuan muda nan cantik menjadi pancingan untuk memikat para lelaki untuk singgah dan di pijat dengan layanan extra. Itulah salah satunya yang membuat khawatir Ibu-ibu yang berada di sekitar lingkup panti pijat tersebut.

Hal ini seperti diungkapkan salah satu warga sekotas ES 40 thun yang menyampaikan keluh kesahnya kepada wartawan Aksartimes di sebuah warung, “la iya itu panti pijat kok mencurigakan, pegawainya cantik muda-muda, bikin suamiku lirak lirik, itu betul cuman buat pijat saja apa ada layanan plus-plusnya ya?, dengar-dengar pernah digrebek oleh Satpol PP lantas tutup, sekarang kok buka lagi, terus siapa ya yang membackup to mas kok berati sekali buka bisnis seperti itu.” tandasnya disebuah warung dekat Panti tersebut, Senin,26/12/21.

Dari hasil penelusuran tim investigasi AT di lokasi Panti pijat tradisional Mayang ini memang juga menawarkan paket plus-plus, dan Masing-masing memiliki tarif yang bervariasi, -.

Setelah tamu memilih paket serta terapisnya, kasir lantas memanggil terapis yang dipilih tamu. Selanjutnya, layanan dilakukan eksekusi dalam kamar.

Saat tim bertanya ke salah satu karyawan mengatakan, “kalau hari ini masih sepi, tidak seperti hari biasa. Mungkin masih pandemi Corona atau Covid 19 ini pelanggan jadi agak berkurang mas, saya karyawan baru mas, silahkan lihat di dalam mas,” jelasnya kepada Tim

Pemilik panti pijat yang diketahui bernama Yanti, saat di konfirmasi mengatakan,” mau kerja apalagi mas, buka ngene wae seng marani yo akeh“.ungkapnya

dikonfirmasi dilokasi barbeda, Moch Mahbub,SH Praktisi hukum dan mantan aktivis kediri menjelaskan” kita harus pahami dulu bahwa apa yang mereka kerjakan adalah suatu bentuk kebuntuan, jika memang mereka mendapat banyak lapangan pekerjaan yang tersedia dikediri, lantas kenapa mereka mengambil jalur pintas dengan menjajakan tubuh mereka, namun berbeda hal tentang aturan itu sendiri, kita faham sama faham bahwa mereka buka kegiatan tersebut, Mereka juga diduga mengeluarkan atensi yang luar biasa banyak untuk oknum oknum aph itu sendiri, guna usaha mereka tidak dipermasalahkan dan ditutup, silahkan dilanjutkan praktik tersebut, namun ingat, Indonesian Justice Society akan segera membentuk barisan turun kejalan untuk membantu Mas Dhito dan Polisi membuka MATA, karena selama ini mereka pura pura buta dan tidak tahu, bahwa kediri adalah surga dunia malam “,ungkapnya.

saat ditanya kapan aksi tersebut Mahbuba menceletuk,”tunggu tanggal mainnya!! “.

saat dimintai konfirmasi melaku WA, Kanit Iptu Hidayat Saroso menyampaikan bahwa kewenangan terkait usaha tersebut ada pada Satpol PP Kabupaten Kediri, 29/12/21,

dengan penyampaian beliau tersebut menjelaskan bahwa unsur pidana Pasal 2 Ayat 1 dan 2 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 120 juta dan paling banyak Rp 600 juta, masih bisa diubah dengan Perda yang mengatur tentang admistrasi kegiatan usaha dengan ancaman denda adminstrasi.

(AKSA)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed