Evakuasi Jenazah Presiden Iran Raisi di Lokasi Heli Jatuh, Hingga Dugaan Sementara Penyebab Kecelakaan

Aksaratimes.com I 21 Mei 2024 Jakarta – Kepala Bulan Sabit Merah Iran (IRCS) mengumumkan bahwa pihaknya tengah melakukan evakuasi jenazah Presiden Iran, Ebrahim Raisi, beserta delapan korban lainnya dari lokasi kejadian. Para jenazah telah dikirim ke sebuah tempat di provinsi Azerbaijan Timur, tepatnya di kota Tabriz, sebagaimana dilaporkan oleh IRNA. Operasi pencarian dan penyelamatan dalam skala besar sedang dilakukan oleh pihak berwenang gabungan Iran untuk menyelidiki penyebab insiden tersebut.

Selain Presiden Raisi, beberapa korban lainnya yang tewas dalam peristiwa ini antara lain Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir Abdollahian, Gubernur Provinsi Azerbaijan Timur, Malek Rahmati, imam salat Jumat Tabriz, Imam Mohammad Ali Al Hashem, seorang pilot, kopilot, kepala kru, kepala keamanan, dan beberapa pengawal.

Sebelumnya, Presiden Raisi bersama rombongannya menghadiri upacara pembukaan proyek gabungan bendungan Iran-Azerbaijan. Ketika mereka berniat kembali ke Teheran, rombongan yang terdiri dari tiga armada helikopter mengalami cuaca buruk. Dua helikopter lainnya berhasil sampai tujuan, sementara helikopter jenis Bell 212 yang dinaiki Raisi jatuh di sebuah hutan dekat perbatasan Azerbaijan.

Read More

Proses pencarian yang berlangsung selama lebih dari 13 jam akhirnya membuahkan hasil dengan penemuan lokasi jatuhnya helikopter. Tim IRCS menghadapi kesulitan akibat cuaca buruk dan kabut tebal. Pemerintahan Iran kini diambil alih sementara oleh Wakil Presiden Pertama Mohammad Mokhber, yang langsung mengadakan pertemuan darurat untuk membicarakan masa depan Iran.

Tim penyelamat gabungan dan pihak investigasi Iran masih terus berupaya melakukan penyelidikan terkait penyebab kejadian yang menewaskan sosok pemimpin Iran tersebut. Presiden Iran, Ebrahim Raisi, dinyatakan meninggal dunia setelah helikopter yang mengangkutnya bersama delapan orang lainnya jatuh di Provinsi Azerbaijan Timur, utara Iran, pada Minggu (19/5) waktu setempat.

Stasiun televisi pemerintah Iran dan beberapa kantor berita semi-pemerintah seperti Tasnim dan Mehr News Agency melaporkan bahwa tidak ada yang selamat dari kecelakaan tersebut. Reuters juga mendapat konfirmasi dari pejabat Iran terkait kematian Raisi. “Presiden Raisi, menteri luar negeri dan seluruh penumpang helikopter tewas dalam kecelakaan itu,” kata seorang pejabat senior Iran kepada Reuters, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena sensitifnya masalah tersebut.

Menurut Al Jazeera, stasiun televisi pemerintah Iran belum menjelaskan secara rinci penyebab jatuhnya helikopter Raisi. Namun, insiden tersebut terjadi ketika cuaca di wilayah perbatasan dengan Azerbaijan sangat buruk dan diselimuti kabut tebal. Lokasi kecelakaan yang jauh di pedalaman hutan bukit dekat pegunungan juga memperlambat proses pencarian, yang membutuhkan lebih dari 13 jam.

Pencarian hanya bisa dilakukan lewat darat. Pencarian dari udara, termasuk dengan bantuan drone Turki, dihentikan karena kabut yang semakin tebal. “Helikopter Presiden Raisi terbakar habis dalam kecelakaan itu… sayangnya, semua penumpang dikhawatirkan tewas,” lapor Reuters mengutip seorang pejabat Iran tersebut.

Sejumlah laporan media lokal menyebutkan bahwa helikopter kemungkinan menabrak bukit. Namun, laporan tersebut belum dikonfirmasi pihak berwenang. Kecelakaan terjadi setelah Raisi menghadiri peresmian bendungan di perbatasan bersama Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev. Lokasi jatuhnya helikopter hanya beberapa kilometer dari situs bendungan, tepatnya di sebuah wilayah pedalaman dekat Area Dizmar Dilindungi. Dari tiga helikopter yang terbang bersama, hanya helikopter Raisi yang jatuh, sementara dua lainnya berhasil sampai tujuan dengan selamat. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *