Kediri aksaratimes.com- 07/06/20
Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa didampingi Kapolda Irjen Pol Dr Mohammad Fadil Imran SIK Msi dan Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Widodo Iryansyah, S.Sos., M.M, pada Sabtu (06/06) mengunjungi Posko Pondok Tangguh Semeru di Ponpes Lirboyo.

Dalam tatap muka dengan para pengasuh pondok ini, diharapkan Ponpes Lirboyo mampu dijadikan percontohan bagi pesantren lainnya di Jawa Timur. Selain itu juga disampaikan sejumlah bantuan seperti Alat Pelindung Diri (APD) dan Hand Sanitizer.

Disambut KH. Anwar Mansur, jajaran pengasuh, Ketua PCNU Kota Kediri, KH. Abu Bakar Abdul Jalil, Kapolres Kediri AKBP Miko Indrayana, Danbrigif 16 Mekanis WY, Kol. Inf. Endra Saputra Kusuma, Dandim 0809 Letkol Kav. Dwi Agung Sutrisno, Danyon 521 Mekanis DY Letkol Inf. Andi Wibowo serta Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Rombongan Forpimda Jawa Timur ini ingin memastikan kesiapan Posko Pondok Tangguh Semeru dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Kehadiran kami untuk melihat pondok pesantren mampu menjalankan pola hidup sehat, para santri menggunakan masker, cuci tangan dengan air mengalir menggunakan hand sanitizer atau sabun yang berbusa,” terang Khofifah dihadapan wartawan usai pertemuan.

Gubernur juga berharap di ponpes ini memiliki Tanaman Obat Untuk Pondok Pesanten (TOPP) untuk mencukupi kebutuhan santri. Harapan juga disampaikan Kapolda Jatim, agar Ponpes Lirboyo mampu menjadi role model dan menginspirasi pesantren lainnya. “Bisa menginspirasi yang lain, dengan dimunculkannya gerakan disipilin menjadi gema di masyarakat,” terang Irjen Pol. Mohammad Fadil.

Ditambahkan gubernur, dengan akan diterapkan New Normal, merupakan tatanan format baru. “Sebelumnya tanpa masker sekarang harus memakai untuk mencegah penularan melalui percikan air. Bila kemudian memakai kaos tangan, karena banyaknya bersentuhan. Apakah menyentuh meja, kursi atau tubuh manusia.

Bahwa virus ini mampu bertahan beberapa hari dan diharapkan setiap 20 menit sekali, tangan harus dicuci dengan sabun atau antiseptik atau syukur – syukur dengan hand sanitizer,” jelas Khofifah.

Gubernur Jatim, Khofifah saat mengunjungi Ponpes Lirboyo Penerapan physical distancing dan sosial distancing juga disampaikan Khofifah, dan tentunya perlu adaptasi sesuai anjuran dari pemerintah. “Salah satunya dengan menjaga wudlu, maka kesehatan juga akan terjaga.

Kami tahu bahwa masing – masing pesantren memiliki tradisi dan otoritas sendiri. Untuk itu kapan pesantren ini memasukkan santrinya, untuk itulah kami melakukan koordinasi dengan bersilahturahmi ke sini,” ucap Ketua Umum PP. Muslimat NU.

Dikonfirmasi usai pertemuan, Ketua Satgas Pondok Tangguh Semeru Ponpes Lirboyo, KH. Abdul Muid Shohib menegaskan bahwa kehidupan di dalam pondok hampir sama seperti di rumah. “Bila sudah di dalam seperti di dalam rumah, akan kami kunci.

Kemudian keamanan pondok akan kita tingkatkan. Seperti tadi disampaikan pak kapolres, menerapkan ketahanan pangan, ketahanan kesehatan dan ketahanan keamanan ini yang paling utama. Kami akan lakukan screening awal saat santri datang dan kita taati protokol kesehatan,” jelas Gus Muid, sapaan akrabnya.

Adapun aturan yang dibuat, mengijinkan santri kembali dengan jumlah hanya 10% dimulai pada 20 Juni nanti. “Untuk tahap pertama, yang boleh kembali ke pondok hanya 10% dari total 28 ribu santri, hanya 2.500 santri. Sambil jalan, akan kita evaluasi melihat perkembangan Covid secara nasional.

Kami akan melakukan rapid test massal diutamakan santri dari daerah merah atau yang bersangkutan memiliki gejala covid. Saat ini atas bantuan TNI dan Polri, tengah melakukan sterilisasi, dapur, kamar mandi dan tempat lainnya,” terangnya