by

Hiruk Pikuk Sambutan Akusisi Saham CEO Baru Persik Kediri

Aksaratimes.com|27 Februari 2022.Kediri– Momentum masuknya Investor baru untuk mensuport finansial PERSIK disambut riuh oleh para penggila bola Persikmania.

ada pro dan kontra dalam kontrak akusisi kepemilikan hak mutlak pengelola tim Persik Kediri.

Flash back mengenang perjalanan Persik kediri,sejak dikeluarkan aturan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2011 yang menyebutkan bahwa Klub profesional dituntut mandiri dalam pengelolaan finansial, dalam hal ini terpilih sebagai pengelola yaitu PT.Kediri djajati Perkasa yang mengendalikan seluruhnya, yang sebelumnya pengelolaan di bawah naungan bola mandiri dan kemudian dilakukan tranfer peralihan dari bola mandiri ke PT Kediri djajati Perkasa untuk memenuhi persyaratan Liga Profesional

memang syarat untuk menjadi tim profesional adalah berbentuk Badan hukum sehingga semua tim di Liga 1 dan 2 wajib berbadan hukum PT, Seperti Surat Keputusan PSSI yang mewajibkan seluruh klub sepak bola memiliki badan hukum yang berbentuk Perseroan Terbatas, Yayasan maupun Koperasi,
dengan Persyaratan tersebut juga wajib dipenuhinya seluruh aspek finansial dan bisnis akuntabel supaya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

patut diketahui aturan Perseroan diatas merupakan syarat wajib Tim liga 1 dan 2 dianggap profesional dan untuk mewajibkan Klub sepak bola tidak boleh menggunakan suntikan anggaran pemerintah daerah lagi.

Setelah ramai tuntutan suporter agar persik memiliki PT sendiri yang sah kemudian pada akhirnya para pengurus membentuk Perusahaan yang dinamakan PT.Kediri djajati Perkasa yang dimana terdapat nama nama punggawa internal suport seperti Subiyantoro, Hendra Setiyawan dan beny Kurniawan yang bergelut memperjuangkan Persik Kediri agar dapat memenuhi legalitas Klub Prefesional, setelah persik berhasil promosi ke liga 1, PT.Persik Djajati Perkasa mengalami perubahan dimana ketiga nama pendiri dihilangkan yang diduga tanpa ada kompensasi dan rapat pemegang saham (RUPSLB) sebagaimana mestinya aturan Perusahaan merestrukrur pengurus Perseroan.

PT Kediri djajati Perkasa beralih dengan struktur baru, dengan Modal Perseroan terlampir sejumlah Rp.125.000.000, dengan susunan pengurus :
Ferry Boedianto selaku Direktur dengan 0 Lembar Saham
Salim Affan Abdullah Bahanan ( keponakan walikota Kediri ) selaku Direktur Utama dengan 5 Lembar Saham senilai (Rp.5.000.000)
-Abdul Bagi selaku Komisaris Utama dengan 5 Lembar Saham(Rp.5.000.000)
-Abdul Hakim Bafagih Selaku Komisaris dengan 115 Lembar Saham senilai ( Rp.115.000.000).

dibalik penjualan saham PT Kediri djajati Perkasa, Perusahaan yang menaungi Persik Kediri selama hampir kurang 5 tahun terakhir kini timbul beberapa pertanyaan, benarkah saham persik yang dialihkan kepemilikanya menjadi kepemilikan pribadi sehingga dapat berpindah pemilik dengan mudah, Tanpa perlu ada dengar pendapat dengan para supporter persikmania yang menjadi pemilik mayoritas pemilik Persik Kediri walau dibawah tangan.

Persik Mania bingung, Persik Kediri yang sejatinya milik warga Kediri Kini mau dibawa kemana?,dan yang diuntungkan siapa? atas seluruh transaksi tersebut.

Disiarkan kembali bahwa telah terjadi kesepakatan akusisi dengan PT. Astar Asia Global (AAG) yang disinyalir dimiliki oleh keluarga Arthur Irawan (salah satu pemain Persik) yang melakukan kontrak dengan PT.Persik Djajati Perkasa bernilai sejumlah Rp.40 Miliar,

Hal ini langsung di tanggapi oleh Rawindra direktur persik yang baru menjawab ” bahwa Persik Kediri merupakan milik warga Kediri “singkatnya, dan yang masih menjadi pertanyaan sekarang hasil penjualan saham tersebut menjadi hak atas siapa dan di miliki siapa? karena dengan nominal yang cukup besar disinyalir menjadi seperti harta jarahan.

jika diruntut menurut sejarah, Persik Kediri merupakan tim perserikatan yang dimana segala aspek apapun yang dimiliki persik adalah milik warga Kediri (dalam naungan Askot kota Kediri ).
dan apakah hasil penjualan saham dapat digunakan untuk pembinaan Klub Klub anggota Askot atau beralih menjadi harta milik pribadi ? masih menjadi tanda tanya.(AG)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed