Kembali dibuka, WEKRAB. Wisata Edukasi Anyaman Bambu di Bojonegoro

Bojonegoro -Sumuragung adalah salah satu desa di Kabupaten Bojonegoro yang mempunyai warisan kebudayaan berupa anyaman bambu tepatnya di Dusun Grogol. Desa yang terletak di Bojonegoro Timur, berada di perbatasan tiga kecamatan yaitu Sumberrejo, Kanor, & Balen.

Hari ini, Kamis (09/12) para pemuda & masyarakat Desa Sumuragung melaksanakan soft launching WEKRAB (wisata edukasi kriya bambu). Dalam kegiatan ini mengundang siswa siswi TK sekitar & dihadiri oleh Chumaidi (Seketaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro).

Dalam sambutan pembukanya Chumaidi, memaparkan perlunya pengembangan desa wisata di Kabupaten Bojonegoro, “Banyak potensi yang dimiliki Bojonegoro jika dikembangkan akan menjadi objek wisata yang akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis wisata dan masyarakat, contohnya yang ada disini (Dusun Grogol, Desa Sumuragung)” ungkapnya.

Nopi yang merupakan salah satu pemuda Desa dan pengurus WEKRAB mengungkapkan bahwa Desa kami mempunyai potensi untuk dibuat Desa wisata dengan ciri khas anyamanya. Terlebih lagi, tahun lalu saya bersama beberapa pemuda pernah mencoba menggalakkan wisata desa. Namun, karena kurangnya pengalaman dan jaringan wisata tidak bertahan lama. “Hari ini, Alhamdulillah kembali lagi dengan semangat optimis para pemuda & masyarakat bersatu untuk membuka kembali wisata desa. Semoga ini menjadi lebih baik” , pungkasnya.

Kak Robi pencetus Wekrab (wisata edukasi kriya bambu) yang juga seorang pendongeng anak berkelas nasional.
mengungkapkan, “Kerajinan bambu adalah salah satu hasil kebudayaan bangsa lndonesia yang sudah berumur ratusan tahun.Karena sebelum ada perabot rumah tangga dari bahan logam maupun plastik, kerajinan bambu telah menjadi bagian hidup peradaban bangsa Indonesia terlebih dahulu, begitu juga kiranya kerajinan bambu di dusun Grogol Desa Sumuragung Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro keberadaannya sudah turun temurun hingga saat ini”.

“Di era peralatan yang serba plastik saat ini, keberadaan kerajinan bambu ternyata masih tetap eksis.Disamping ada peralatan berbahan bambu yang tidak bisa tergantikan dengan bahan plastik, kerajinan bambu selalu ramah lingkungan, karena masih pentingnya kerajinan bambu inilah maka, kecintaan terhadapnya perlu ditanamkan pada para generasi muda.Salah satunya melalui Wisata Edukasi Kriya Bambu”, tegasnya. (Dalimun)

Comments are closed.