Kembali terjadi, Bus Study Tour yang angkut SMPN 3 Depok Kecelakaan di Bali, Namun kali ini Tidak sampai Menelan Korban Jiwa

Aksaratimes.com I 20 Mei 2024 Jakarta – Sebuah bus yang mengangkut rombongan siswa-siswi SMP Negeri 3 Depok, Sleman, DIY mengalami kecelakaan di Bali pada Sabtu (18/5). Bus tersebut tertimpa tiang listrik saat dalam perjalanan dari Bedugul, Bali.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana, menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. “Korban jiwa enggak ada, semua baik-baik saja,” ujar Ery saat dihubungi pada Minggu (19/5). Ery menjelaskan bahwa penyebab robohnya tiang listrik diduga karena konstruksi yang lemah. Akibatnya, tiang tersebut langsung tumbang ketika kabel yang menggantung tersangkut bagian atas belakang bus. “Itu kejadiannya saat bus pelajar itu perjalanan pulang dari Bedugul, lalu lanjut sampai Pelabuhan Gilimanuk [untuk perjalanan ke Yogya],” tambah Ery.

Akibat insiden ini, bus yang tertimpa tiang listrik diganti dengan unit lain yang didatangkan oleh perusahaan bus asal Jember, Jawa Timur. “Bus pengganti yang dikirimkan juga bus yang masih cukup baru, produksi tahun 2022,” kata Ery. Ery menjelaskan bahwa bus rombongan pelajar SMP Negeri 3 Depok Sleman telah mendapatkan izin untuk melaksanakan study tour yang berangkat sejak Senin (13/5). Menurutnya, sekolah di wilayah Kabupaten Sleman wajib melapor ke dinas pendidikan setempat jika hendak menggelar karya wisata.

Read More

Ery mengungkapkan bahwa kebijakan pelaporan ini telah berlangsung lama, bahkan sebelum tragedi kecelakaan bus SMK Lingga Kencana Depok di Ciater, Jawa Barat, yang menewaskan 11 orang pada 11 Mei 2024. “Jika ada sekolah yang menggelar study tour tanpa izin dan kami tahu, maka study tour tahun berikutnya tidak kami izinkan,” tegas Ery. Ery menjelaskan bahwa sosialisasi pemeriksaan kelayakan kendaraan pengangkut siswa-siswi peserta karya wisata adalah syarat mutlak sebelum izin kegiatan diberikan. “Perlunya sekolah izin ke dinas jauh jauh hari sebelum pelaksanaan study tour atau outing class itu untuk diteruskan ke dinas perhubungan agar dapat melakukan pengecekan armada yang digunakan siswa,” jelasnya.

Petugas dari dinas perhubungan akan langsung melakukan pengecekan kelayakan armada. “Dari pengecekan armada itu jika layak maka akan mendapatkan surat layak jalan dari dinas perhubungan,” pungkas Ery. Dengan adanya prosedur dan kebijakan ini, diharapkan keselamatan siswa-siswi dalam kegiatan study tour dapat terjaga dengan baik. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *