by

KSP Akan Sampaikan Unek-unek Warga Wadas ke Jokowi

Aksaratimes.com| 13 Januari 2022.Jakarta- Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Joanes Joko menyatakan, akan menyampaikan keluhan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah.

Joko menyampaikan hal itu saat bertemu dan berbincang-bincang dengan perwakilan warga yang tidak setuju atas pembangunan Bendungan Bener beserta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta.

Matur suwun (terima kasih) bapak/ibu sudah berkenan menemui kami, dan menyampaikan semuanya. Kami sudah dengar dan catat baik-baik suara bapak/ibu semua. Kami akan sampaikan ke Bapak Presiden (Presiden Joko Widodo) soal ini,” kata Joko dilansir dari Antara, Minggu (13/2/2022).

Pertemuan itu sengaja dilakukan agar KSP bisa mendapatkan informasi secara menyeluruh mengenai kronologi insiden pada Rabu (8/2/2022) lalu. Selain itu, guna mendapatkan perspektif terhadap rencana pembangunan Bendungan Bener.

Berdasarkan pemantauan tim KSP di Dukuh Prajan, sudah tidak terlihat penjagaan dari aparat keamanan. Demikian pula aktivitas warga yang diklaim sudah berjalan normal.

Saat tim datang, beberapa warga dan perwakilan LBH Yogyakarta mengajak mereka untuk berbincang di serambi Masjid Hidayatul Islam atau Masjid Prajan.

Awalnya, pertemuan hanya diikuti beberapa orang. Namun setelah beberapa jam, puluhan warga berdatangan dan tempat mengobrol pun pindah ke dalam masjid.

Di hadapan ratusan warga Desa Wadas yang menolak pembangunan Bendungan Bener tersebut, Joko membuka dialog.

Dalem nyuwun duko panjenengan (Saya memohon maaf sebelumnya), kami datang ke sini siap untuk mendengarkan unek-unek warga, silahkan ceritakan yang sebenarnya. Yang mau marah-marah, nggeh monggo (juga silakan),” ujar Joko.

Mendapat kesempatan tersebut, warga satu per satu membuka suara mengenai insiden kedatangan polisi, hingga alasan penolakan penambangan batu andesit dan pembangunan Bendungan Bener.

Sesekali emosi warga tak terkontrol saat menceritakan kronologi peristiwa, bahkan ada yang terlihat menangis.
KSP akan mendorong proses dialog intensif antara pemerintah dengan masyarakat Desa Wadas, agar sumbatan komunikasi bisa terselesaikan,” ujar Joko.

Dalam pertemuan itu, ia  menambahkan, ada beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti atas kunjungan tersebut.

Joko mengatakan terdapat beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti dari kunjungan tersebut.

Di antaranya pelaksanaan operasi di lapangan oleh aparat keamanan yang perlu dievaluasi, dan alasan penolakan warga yang didasarkan pada aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya,” ujarnya.

Sebelumnya, tim KSP juga menemui Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam pertemuan tertutup itu, KSP banyak mendapat informasi terkait prosedur pengamanan, insiden penangkapan warga, hingga duduk perkara pembangunan Bendungan Bener.

Kami sudah dapat kepastian dari pak Kapolda, warga yang sebelumnya diamankan sudah dilepaskan kembali, mereka juga diberi bingkisan,” kata Joko.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed