Lagi! Kini Pabrik Narkoba Berkedok Bengkel di termukan di Bogor, Polisi Amankan 1,2 Juta Pil PCC

Aksaratimes.com I 19 Mei 2024 Jakarta – Polisi menggerebek sebuah pabrik narkoba di Desa Tajur, Kelurahan Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (15/5/2024). Tempat produksi narkoba ini beroperasi di sebuah rumah kontrakan yang telah disewa pelaku selama tujuh bulan. Ketua RT setempat, Jamaludin, menyatakan bahwa pelaku mengaku membuka bengkel reparasi mesin. “Dia izinnya bengkel, kata itu dia bilang mau servis mesin yang rusak dibawa ke sini, setelah selesai dibawalah ke pemiliknya lagi, ngomongnya seperti itu,” ujar Jamaludin, Sabtu (18/5/2024).

Otong, warga setempat, menganggap tempat itu sebagai bengkel reparasi. Ia pernah memasuki pekarangan rumah tersebut dan tidak melihat adanya tanda-tanda kegiatan ilegal. “Enggak ada yang namanya keliatan obat, tetap aja bengkel semua berantakan, alat-alat, mesin semua, oli juga,” katanya. Otong sempat bertanya kepada pelaku tentang mesin-mesin yang banyak di sana. Pelaku mengklaim bahwa mesin-mesin tersebut adalah mesin tepung untuk membuat bakso.

Warga juga sempat melihat pelaku menurunkan paket dari kendaraan menggunakan forklift, yang diklaim pelaku berisi mesin. Otong mengaku belum pernah masuk ke dalam rumah itu sehingga tidak mengetahui kondisi di dalamnya. “Engga percaya, setelah bener ditunjukkan sama Polisi, warga disuruh masuk kalau di dalem itu bukan bengkel. Setelah itu baru percaya, kan penuh sampe truk-trukan gitu (barang bukti),” tutur Otong.

Read More

Polisi Temukan 1,2 Juta Pil PCC

Saat menggerebek pabrik narkoba tersebut, polisi menemukan 1,2 juta pil Paracetamol, Caffeine, dan Carisoprodol (PCC). “Disita di mobil 15 bungkus, masing-masing berisi 1.000 butir; total 15.000 butir. Disita di pabrik 24 karung, masing-masing berisi 50 bungkus atau 1.000 butir; total 1,2 juta butir,” jelas Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Malvino E Yusticia dalam keterangan tertulis, Rabu, seperti dilansir dari Antara.

Selain itu, polisi juga menemukan tiga unit mesin cetak pembuatan pil PCC, bahan-bahan kimia berupa serbuk dan cairan yang diduga merupakan prekursor pembuatan pil PCC, ratusan kemasan botol kosong, serta puluhan kardus paket.

Malvino menuturkan bahwa penggerebekan bermula dari tertangkapnya seorang berinisial MH (43) yang hendak mengirim barang terlarang ke jasa ekspedisi di Cakung, Jakarta Timur. Saat diinterogasi, MH mengaku memperoleh pil PCC dari pabrik narkoba di Citeureup. Polisi kemudian bergerak ke Bogor untuk melakukan penggeledahan. Pelaku beserta barang bukti kini telah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut.

Respons Pemerintah Atas ditemukannya Pabrik Narkoba di Bali : Luhut Minta Pengawasan WNA Diperketat

Disisi lain, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, merespons adanya pabrik narkoba yang dijalankan oleh tiga Warga Negara Asing (WNA) di Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Luhut meminta Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly, untuk memperketat pengawasan terhadap WNA yang masuk ke Indonesia, khususnya yang terindikasi terlibat dalam kasus narkotika, judi online, dan keributan.

“Kemarin saya bicara dengan Menkumham dan tadi juga disampaikan orang-orang yang bikin kacau di negeri kita, turis asing yang mungkin main narkoba, atau judi online atau keributan jangan dibiarkan masuk ke Indonesia lagi,” ujar Luhut di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, pada Selasa (14/5/2024).

Luhut juga meminta pihak kepolisian untuk bertindak tegas terhadap WNA yang melakukan tindak pidana di Indonesia. “Saya tadi juga pesan kepada teman-teman Polri supaya tegas. Kalau perlu minggu depan akan membuat rapat untuk itu untuk menyusun satu aturan supaya itu bisa diberlakukan,” katanya.

Luhut menilai meningkatnya kedatangan wisatawan mancanegara sangat tergantung pada kondisi keamanan dan kenyamanan di wilayah pariwisata. Ia memastikan bahwa industri pariwisata tidak akan mengalami kerugian jika aparat bertindak tegas dengan menolak kedatangan WNA yang terindikasi pelaku kejahatan.“Kita tidak rugi kalau 10.000 orang itu tidak masuk ke Indonesia, orang-orang itu, kalau membuat kekacauan di Indonesia,” tegasnya.

Penggerebekan Pabrik Narkoba di Bali

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar pabrik narkoba jenis ganja hidroponik dan mephedrone di sebuah vila di Canggu, Kabupaten Badung, Bali, pada (2/5/2024). Polisi menangkap tiga WNA dan satu WNI yang diduga bagian dari sindikat narkoba yang dikendalikan Fredy Pratama. Keempat tersangka adalah IV dan MV, warga negara Ukraina, KK, warga negara Rusia, dan LM, warga negara Indonesia.

Barang bukti yang diamankan meliputi alat cetak ekstasi, ganja hidroponik sebanyak 9.799 gram, mephedrone sebanyak 437 gram, ratusan kilogram bahan kimia prekursor, serta berbagai peralatan pembuatan narkoba. Dari tersangka KK ditemukan ganja 382,19 gram, hasis 484,92 gram, kokain 107,95 gram, dan mephedrone 247,33 gram. Dari tersangka LM ditemukan sabu sebanyak 6 kilogram. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *