by

Maladministrasi, RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri “Maaf ada kesalahan Sistem Pelayanan Kami”

Aksaratimes.com| 11 September 2022.Kota Kediri- Pengguna JKN KIS ditanggung biaya pengobatan penuh oleh pemerintah melalui BPJS.

Berbanding lurus dengan iuran yang dikenakan pemerintah melalui Pps Kepala Humas BPJS Kesehatan Arif Budiman menjelaskan skema dan besaran iuran masih sama dengan sebelumnya. Mengacu kepada Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan, bahwa besaran iuran ditentukan berdasarkan jenis kepesertaan setiap peserta dalam program JKN,” jelasnya.

Selanjutnya terkait iuran, saat ini tidak ada wacana perubahan iuran,” ujarnya saat konfrensi Pers, beberapa waktu lalu

Arif menuturkan, bagi masyarakat miskin dan tidak mampu yang terdaftar sebagai Peserta PBI, iurannya sebesar Rp. 42.000 dibayarkan oleh Pemerintah Pusat dengan kontribusi Pemerintah Daerah sesuai kekuatan fiskal tiap daerah.

Selanjutnya bagi Peserta PPU (Pekerja Penerima Upah) atau pekerja formal baik penyelenggara negara seperti ASN, TNI, POLRI dan pekerja swasta, besaran iuran sebesar 5% dari upah, dengan rincian 4% dibayarkan oleh pemberi kerja dan 1% oleh pekerja. Untuk perhitungan iuran ini berlaku pula batas bawah yaitu upah minimum kabupaten/kota dan batas atas sebesar Rp 12 juta.

Jadi perhitungan iuran dari penghasilan seseorang hanya berlaku pada jenis kepesertaan PPU, pekerja formal yang mendapat upah secara rutin dari pemberi kerjanya,” imbuhnya.

Terakhir bagi kelompok peserta sektor informal yang tidak memiliki penghasilan tetap dikelompokkan sebagai peserta PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) dan BP (Bukan Pekerja). Untuk jenis kepesertaan ini, peserta dapat memilih besaran iuran sesuai yang dikehendaki. Kelas 1 sebesar Rp. 150.000 per orang per bulan, kelas 2 sebesar Rp. 100.000 per org per bulan dan kelas 3 sebesar Rp. 35.000 per org per bulan.

Namun berbeda hal RA (33) pasien melahirkan di RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri yang menggunakan fasilitas JKN KIS bingung dengan penambahan biaya yang tidak dikehendaki, ” saya awalnya bingung mas, karena saya peserta jaminan KIS namun saat mau pulang diminta oleh tugas rumah sakit untuk menyiapkan sejumlah uang sebagai ganti biaya operasi, kok pas suami gak bawa uang, namun malamnya berbekal hutang suami saya membayar tagihan ke rumah sakit, namun saat dijelaskan oleh kasir, ternyata biaya naik kelas kamar, saya bingung, orang saya tidak pernah memohon menaikkan kelas kamar ataupun ditawari meningkatkan kelas kamar, dan pada akhirnya tetap saya bayar sejumlah Rp.487.500,- atas kwitansi tertulis selisih biaya rawat pasien BPJS naik kelas

Saat ditemui beberapa petugas informasi mangkir saat dimintai klarifikasi oleh awak media Aksaratimes.com 10/9/22, dengan alasan bahwa managemen hanya ada hari senin-jum’at saja, namun saat di tanya tentang prosedur meningkatkan kamar salah satu petugasnya menjawab bahwa ada surat penyataan yang harus ditanda tangani jika ingin meningkatkan kelas kamar untuk peserta JKN KIS itu pun hanya satu tingkat saja tidak bisa hanya lisan saja harus tanda tangan”jawabnya,

Berbekal nomor WA Humas RSM Ahmad Dahlan saat dikonfirmasi melalui WA menjelaskan ” bahwa tagihan atas pasien tersebut ternyata adalah biaya MOW/ proses Sterilisasi kandungan, yang biaya tersebut tidak bisa dicover oleh BPJS, namun memang itu kesalahan dari manajemen Kasir kami menulis tagihan menaikan kelas kamar pasien BPJS, itu kesalahan kami dan terimakasih atas kritikannya, saya akan tegur yang bersangkutan“pungkasnya.

Dilain tempat adv.Moch Mahbuba,.S.H praktisi hukum menjelaskan “yang hal seperti itu sebenarnya bukan hal lumrah untuk sekelas RS Muhammadiyah yang nota Bene fasilitas kesehatan yang sudah terkareditasi baik di Indonesia, menurut saya harus ada introspeksi atas seluruh jajaran bahwa mungkin hanya kasus ini yang muncul, jangan sampai kejadian seperti yang lalu lalu akan terjadi lagi seperti penahan pasien karena tidak mampu maupun penahanan jaminan seperti di RS RS yang viral pada waktu lalu, ya jika YLKI ingin menindak lanjuti kasus seperti ini kami dukung sepenuhnya” jelasnya. (AG)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed