by

Mendulang Kekalahan 2-1, Laga Persik VS Persebaya Piala MENPORA 2021

KEDIRI, Aksaratimes.com Selasa, 23/3– Kekalahan yang dirasakan Persik Kediri dari Persebaya Surabaya mengungkap satu pekerjaan rumah untuk Persik Kediri.

Stadion Jalak harupat Bandung menjadi saksi bisu bergeloranya pertarungan PERSIK kediri melawan PERSEBAYA Surabaya,Selasa 23/3.
Dalam starter awal persik tampak menjadi seperti Laga tanding yang tidak berimbang, bagaimana tidak mungkin, karena management yang pelik menjadi berimbas ke para pemain, Squad PERSIK kediri yang banyak kehilangan pemain unggulnya.

sempat unggul lebih dulu, sampai pada akhirnya kebobolan dua kali akibat pelanggaran di kotak pinalti.

Persik memimpin berkat Andri Ibo dari titik penalti di menit ke-62, namun keunggulan Persik tak bertahan lama. Persebaya yang bermain dengan 10 orang berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-66 melalui penalti Samsul Arif.

Sepakan 12 pas diberikan usai Andri Ibo melanggar pemain pengganti Persebaya, Ricky Kambuaya. Persebaya lantas menang melalui penalti kedua Samsul, setelah OK John melakukan pelanggaran, penyerang 36 tahun tersebut.

“Sebetulnya sesuai dengan rencana kami, kami menjalankan taktik sesuai rencana. Meski kami unggul dengan jumlah pemain tapi kami tetap konsisten dengan taktik yang kami jalankan,” kata Pelatih Persik Joko Susilo dalam konferensi pers daring usai laga.
“Tidak masalah karena ini dalam proses membangun tim, ini jadi pelajaran berharga bagi tim kami, meski tadi saya sampaikan di sebelum pertandingan di sini waktu meeting tapi oke kita perbaiki di (pertandingan) selanjutnya,” katanya.

Hanya memiliki jeda satu pekan sebelum melakoni laga selanjutnya, Joko mengatakan timnya hanya akan fokus kepada pembenahan mental, dan belum matang.
“Kembali lagi ke mental, saya sudah bilang, saya memperbaiki mental. Mental apa? Di sini tentu mental juara, mental menang, menang tidak mau kalah dan mental menahan emosi atau untuk main lebih efektif lagi kita. Tadi sebetulnya kita mulai awal sudah berjalan, memang kondisi tim kami belum di 70 persen, jadi wajar kalau kadang masih memaksakan diri,” ujarnya.
“Tidak ada lagi, mental itu harus bisa mengendalikan semuanya. Dengan situasi capek, semua harus bisa, mereka juga selayaknya berubah, dia harus mempunyai mental juara dan mental menang. Kalau segi taktik, kita juga akan evaluasi pasti,” tegas Joko.(AG)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed