Paska Kasus Santri Bunuh Ustazah, Pengurus Ponpes diperiksa: Begini tanggapan MUI

Aksaratimes.com I 21 Mei 2024 Jakarta – Usai Heboh Kasus pembunuhan yang dilakukan seorang santri dibawah umur terhadap ustazahnya di Palangkaraya, berikut Fakta-fakta yang berhasil di rangkum.

Sebelumnya, seorang santri di sebuah pondok pesantren (Ponpes) di Jl. Danau Rangas, Palangkaraya, Kalimatan Tengah (Kalteng), pada Selasa, (14/5/2024), diberitakan telah melakukan tindakan sadis dengan membunuh ustazahnya. Santri tersebut di bawah umur dan masih berusia 13 tahun, sedangkan korban yang berusia 35 tahun, meninggal dalam kejadian tersebut.

Pelaku Tak Ditahan, Meski dikenakan pasal berlapis, pihak kepolisian memutuskan untuk tidak melakukan penahanan terhadap pelaku. Hal ini disebabkan karena pelaku masih di bawah umur, dengan batasan usia penahanan setidaknya 14 tahun, sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Kapolresta Palangkaraya, Kombes Budi Santosa, telah mengonfirmasi keputusan tersebut.

Read More

Pemeriksaan Kejiwaan Pelaku dilakukan, Penyidik Polresta Palangkaraya akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku sebagai bagian dari penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Kombes Budi menegaskan bahwa selain pemeriksaan kejiwaan, penyidik juga akan melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut.

Motif Pembunuhan, Menurut Kasatreskrim Polres Palangkaraya, Kompol Ronny M Nababan, pelaku mengaku kerasukan saat diperiksa oleh polisi. Motif di balik tindakan kejamnya adalah dendam yang terpendam selama ini. Meskipun begitu, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terhadap keterangan pelaku dan memeriksa sejumlah saksi.

Kronologi Pembunuhan, Kombes Budi Santosa menjelaskan detail tentang kronologi pembunuhan tersebut. Pelaku bangun dari tidurnya di sebuah masjid di lingkungan pesantren sekitar pukul 23.00 WIB, kemudian masuk ke rumah korban melalui jendela yang tidak terkunci. Pelaku kemudian menusuk korban di bagian wajah dan dadanya menggunakan pisau yang diambil dari dapur.

Pengurus Pesantren Diperiksa, Pengurus ponpes juga dipanggil oleh pihak kepolisian untuk memberikan keterangan terkait kejadian tersebut. Proses penyelidikan masih terus berlangsung dan pihak kepolisian berjanji akan memberikan informasi lebih lanjut setelah penyelidikan selesai.

Tanggapan MUI, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalteng, H. Khairil Anwar, menanggapi kejadian tersebut dengan menyayangkan dan mengimbau pihak kepolisian untuk segera mengungkap motif dari pelaku. Dia juga mengingatkan tentang pentingnya pengawasan terhadap penggunaan HP oleh anak-anak, serta meminta Ponpes untuk membuka diri dan memberikan akses kepada polisi dalam penyelidikan kasus ini.

    Dengan demikian, kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang santri terhadap ustazahnya menjadi sorotan serius, dengan berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam proses penyelidikan dan penanganannya. (red)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *