Pj Wali Kota Kediri Zanariah Apresiasi Kota Kediri Masuk 5 Besar Penghargaan Mensukseskan Gerakan Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan

Aksaratimes.com I 22 Mei 2024 Jakarta – Kota Kediri berhasil menorehkan prestasi. Kali ini datang dari bidang pendidikan. Dimana Dinas Pendidikan Kota Kediri masuk kategori 5 besar se-Jawa Timur pada Apresiasi Berbagi Praktik Baik Peran Dinas Pendidikan dalam rangka ‘Mensukseskan Gerakan Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan Tahun 2024’. Acara tersebut diselenggarakan oleh BBPMP Provinsi Jawa Timur. Penghargaan diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan M. Anang Kurniawan.

Pj Wali Kota Kediri Zanariah mengapresiasi prestasi yang telah diraih oleh Kota Kediri. Gerakan transisi PAUD-SD di Kota Kediri masif dilakukan. Mulai sosialisasi sampai praktek di lapangan. Penghargaan ini berdasar survey/monev dari BBPMP. “Saya memberikan apresiasi atas penghargaan yang telah diraih. Tentu ini hasil dari kerja keras jajaran dinas pendidikan dalam memasifkan gerakan transisi PAUD-SD yang menyenangkan,” ujarnya, Selasa (21/5).

Zanariah mengungkapkan Kota Kediri sebagai kota pendidikan berkomitmen memberikan pendidikan terbaik bagi masyarakatnya. Gerakan transisi PAUD-SD yang menyenangkan ini mendukung program wajib belajar. Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan digalakkan dengan tujuan agar anak merasa senang dalam belajar dan anak percaya bahwa dirinya pasti bisa asalkan mau berusaha. “Saya sangat mendukung gerakan ini. Menurut saya ini sangat positif karena di jenjang PAUD ini harus menyenangkan. Mereka tidak boleh diberi pelajaran yang membebani mereka,” ungkapnya.

Read More

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan M. Anang Kurniawan menjelaskan ada enam kemampuan pondasi anak. Yakni, mengenal nilai agama dan budi pekerti, ketrampilan sosial dan bahasa, kematangan emosi, kematangan kognitif, pengembangan ketrampilan motorik, serta perawatan diri untuk berpartisipasi di lingkungan. Lalu transisi dari PAUD ke SD yang menyenangkan ini harus melakukan tiga hal. Seperti, tidak boleh menerapkan tes calistung, memberikan waktu 2 Minggu untuk MPLS, dan harus menguasai 6 pondasi dasar dalam penguatan peserta didik. “Saya harapkan di semua satuan pendidikan dapat menerapkan enam aspek tersebut. Kita harus buat masa transisi anak-anak dari PAUD ke SD ini menyenangkan,” jelasnya. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *