Saat Ekonom Soroti Persib karena Gandeng Sponsor Pinjol, Ditengah Membludaknya Warga Jabar sebagai Pengguna Pinjol Terbanyak di Indonesia!

Aksaratimes.com I 20 Mei 2024 Jakarta – Persib Bandung telah menarik perhatian setelah mengumumkan kerjasama dengan perusahaan pinjaman online (pinjol) AdaKami sebagai sponsor baru mereka. Dalam unggahan di akun media sosial resmi mereka @persib pada Senin (13/5/2024), Persib mengungkap bahwa AdaKami akan menyediakan layanan pinjaman tunai daring bagi Bobotoh, penggemar setia klub tersebut. Mereka menyatakan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat membantu Persib meraih prestasi terbaik dan juga memberikan solusi keuangan terbaik bagi Bobotoh.

Namun, kerja sama dan iklan dengan layanan jasa keuangan ini telah mendapat sorotan, terutama karena Jawa Barat, tempat asal klub tersebut, merupakan provinsi dengan jumlah pengguna pinjol terbanyak di Indonesia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa Jawa Barat memimpin dalam penggunaan fintech peer-to-peer lending atau pinjol di Indonesia pada 2023. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lain dari OJK, Ogi Prastomiyono, mengungkapkan bahwa nilai penyaluran dana pinjol ke Jawa Barat mencapai Rp 13,8 triliun. Data terbaru per 25 Maret 2024 menunjukkan bahwa Jawa Barat masih menjadi provinsi dengan pengguna pinjol tertinggi di Indonesia, dengan total pinjaman mencapai Rp 16,55 triliun untuk 4.711.606 rekening penerima pinjaman yang aktif.

Read More

Menyikapi fakta bahwa Jawa Barat adalah pengguna pinjol terbanyak di Indonesia, Nailul Huda, seorang ekonom dan Direktur Digital Economy Center of Economic and Law Studies (Celios), mengatakan bahwa sponsor memandang ini sebagai peluang untuk mengiklankan produk mereka. Dia menegaskan bahwa ini adalah keputusan wajar mengingat potensi penyaluran dana yang signifikan di Jawa Barat.

Meskipun legalitas iklan pinjol di klub sepak bola secara formal tidak melanggar aturan, Bhima Yudhistira Adhinegara, Direktur Eksekutif Celios, menekankan perlunya edukasi keuangan dan pengawasan ketat. Dia mengungkapkan kekhawatiran bahwa iklan tersebut dapat mendorong penggemar sepak bola, terutama kalangan anak muda, untuk menggunakan pinjol secara konsumtif. Bhima menekankan pentingnya penambahan nomor aduan pada iklan pinjol dan penyampaian keterangan mengenai risiko gagal bayar sebagai tanggung jawab moral penyedia layanan keuangan dan klub bola yang diberi sponsor.

Bobotoh Beri Respon Beragam, Sampai Rujakan Netizen

Persib Bandung baru-baru ini secara resmi mengumumkan kerjasama dengan perusahaan pinjaman online (pinjol) AdaKami sebagai salah satu sponsor mereka. Kabar ini datang menjelang berakhirnya kompetisi BRI Liga 1 2023/2024 yang memasuki Championship Series, menambah pendanaan klub Maung Bandung.

Namun, keputusan ini tidak luput dari sorotan dan pro kontra di kalangan Bobotoh, sebutan untuk suporter Persib Bandung. Beberapa anggota Bobotoh menganggap bahwa kerjasama dengan perusahaan pinjol tidak memperhitungkan potensi bahaya pinjol di masyarakat.

Pengumuman tersebut juga memicu beragam komentar dari Bobotoh. Ada yang menyayangkan bahwa Persib Bandung seolah mengajak para pendukung fanatik mereka untuk melakukan peminjaman.

Dalam pengumuman resminya di Instagram pada Rabu 15 Mei 2024, Persib menyatakan, “AdaKami resmi menjadi bagian keluarga Persib untuk memberikan akses kemudahan layanan pinjaman tunai online kepada Bobotoh. Kolaborasi ini diharapkan dapat membawa Persib meraih prestasi terbaik dan juga memberikan solusi keuangan terbaik bagi Bobotoh,”

Meskipun sebagian besar Bobotoh merespon dengan kritik, beberapa juga menunjukkan dukungan terhadap keputusan manajemen Persib. Namun, banyak juga yang mengecam kebijakan tersebut, menyebutnya sebagai solusi keuangan alternatif yang merugikan.

Dengan respon beragam dari Bobotoh, keputusan Persib Bandung untuk menggandeng perusahaan pinjol sebagai sponsor baru terus menjadi perbincangan hangat di kalangan para pendukung klub, bahkan ada yang mengclaim mungkin Persib akan perlahan kehilangan Fans Bobotoh mereka, bila di anggap menjerumuskan para bobotoh muda saat ini kedalam pinjol, bila hal itu Tidak sertai dengan adanya edukasi financial dan tanggung jawab Moral akibat dari Iklan yang di tayangkan dari Sponsor. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *