Kediri (aksaratimes.com) – Perempuan asli kelahiran Kediri, 44 tahun silam merupakan sosok yang santun dan juga bersahaja. Ibu dua anak, yang lahir dari 24 maret 1976 dari pasangan Alm H Soeka Wiyono dengan B Jat Wahyu Ningsih, memang seorang Srikandi dari Kediri yang patut ditiru dan juga diapresiasi.

Dengan ketekunan dan kegigihanya, Hj. Yekti Murih Wiyati telah merintis usaha produksi Kopi Luwak, yang berlokasi di Desa Pranggang Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Selain itu, mantan jebolan Mahasiswa Universitas Muhammadyah Malang juga menjabat sebagai ketua Kadin Kediri.

Saat ditemui dirumahnya, Hj. Yekti Murih Wiyati, menjelaskan Kopi Luwak yang diproduksi dijamin Original tanpa campuran bahan lain dan higienes, jelas Hj. Yekti Murih Wiyati produsen Kopi Luwakmas, Kamis (14/1/2020).

Kopi Luwak merupakan Kopi yang dimakan oleh luwak, kemudian dikeluarkan sebagai kotoran luwak tetapi untuk biji-biji kopi tersebut tidak dicerna masih berbentuk biji kopi.

Didalam perut luwak biji kopi mengalami proses fermentasi dan dikeluarkan lagi dalam bentuk biji bersama dengan kotoran luwak yang kemudian biji kopi luwak dapat dibersihkan dan diproses seperti kopi biasa.

Bagi pengunjung Wisata Gunung Kelud dan penggemar Kopi Luwak dapat dijumpai di Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar Kab. Kediri sebuah Resto dan Café Luwakmas yang bernuansakan alam dengan konsep family,santai untuk keluarga,santai bersama teman. Luwakmas Resto dan Café siap memberikan kenyamanan bagi pecinta Kopi Luwak dan dapat menikmati pula menu-menu yang lain

Sambil bercanda, Hj. Yekti Murih juga memamerkan, kalau dirinya pernah diberi oleh seseorang sebuah kayu panjang, yang menurutnya kayu jalin dan ditunjukan kepada awak media. Kayu jalin dengan panjang sekitar 2 meter sambil menunjukan kayu tersebut.

Menurutnya, dirinya tidak menyangka akan diberi kayu jalin oleh seseorang. “Saat bertamu kayu tersebut sempat ketinggalan, karena memang tidak menginginkan kayu tersebut. Namun, seperti ada seseorang yang mengambil dan memasukan ke dalam mobilnya, “ujarnya.

Hingga sekarang, keberadaan kayu jalin tersebut masih disimpan dengan baik dirumahnya. Ia juga menuturkan bahwa dirinya, juga penggemar batik. Sambil menunjukan batik khas Kediri, yang bergambar kuda lumping.

Disinggung terkiat dengan Pilihan Bupati mendatang, dirinya juga siap apabila masyarakat menghendaki dirinya untuk maju dalam Pemilihan Bupati 2020 mendatang. Dengan jargonnya “Berdaya Bersama Kediri Bangkit Adil Dan Merata”.