Kediri, Selasa 6 April 2021
Pihak Labfor dari Satuan Reskrim Polres Kediri lakukan identifikasi di lokasi CV. ADHI DJOJO terkait laporan Sdr. M Burhanul Karim selaku Direktur CV atas dugaan pencurian aset di Kantor CV. ADHI DJOJO yang bertempat di Lokasi Pertambangan Dsn. Jember Ds .Pare lor Kunjang Kediri, yang diduga pihak Kasat Reskrim belum mengetahui atas tindakan yang dilakukan oleh Regu Labfor Satreskrim Polres Kediri.

Atas kejadian itu pihak Labfor yang di pimpin oleh Muklas melakukan serangkaian kegiatan identifikasi olah Tkp di Kantor CV. ADHI DJOJO, dari mengecek lokasi, melakukan pemotretan dan meminta keterangan pihak pelapor yaitu Direktur CV. ADHI DJOJO Sdr. Karim atas dugaan pencurian perangkat CPU, CCTV dan DVR.

Saat awak media melakukan konfirmasi terkait kegiatan tersebut Muklas selaku pemimpin Regu Labfor Polres Kediri menjelaskan “identifikasi dan olah Tkp ini dikarenakan adanya laporan pihak Sdr. Karim selaku Direktur CV. ADHI DJOJO karena adanya dugaan pencurian perangkat CPU, CCTV, dan DVR” Ungkap Muklas kepada awak media.

Saat ditanya awak media, kegiatan ini atas perintah Kasat Reskrim, Muklas menjawab “Kita Dinas mas kebetulan saya Piket Reskrim hari ini, dan untuk pelakunya masih dalam proses penyelidikan” paparnya.

Terkait SOP (Standar Operasional Prosedur) Labfor yang dilakukan anggotanya dilapangan, awak media menghubungi Kasat Reskrim Polres Kediri Iptu Rizkika Atmadha Putra, apakah ada perintah dan laporan masuk terkait dugaan pencurian di kantor CV. ADHI DJOJO.

“Coba saya telaah dulu ya mas” Jawab Kasat Reskrim Polres Kediri Iptu Rizkika singkat melalui sambungan telepon.

Ditempat yang sama Erik Andika selaku kuasa hukum pelapor saat dimintai keterangan oleh awak media menjelaskan “hari ini pihak kita melaporkan atas kejadian dugaan pencurian asset di kantor CV. ADHI DJOJO, dari keterangan saksi pada tanggal 6/04/2021 kurang lebih jam 01.00 dini hari, karena kantor belum bisa di buka belum diketahui aset apa saja yang hilang” bebernya.

Kebetulan pada saat itu Bagus yang masih sah selaku Wakil Direktur CV. ADHI DJOJO juga berada dilokasi Kantor CV. ADHI DJOJO yang mana Bagus diberikan kewenangan atas pengendali dan penanggung jawab untuk aset yang berada di kantor CV. ADHI DJOJO, sesuai tertuang dalam rapat intern kepengurusan yang dilakukan pada tanggal 6/04/2020 dan dalam berita acara rapat yang menjadi dasar Sdr. Bagus bertanggung jawab penuh atas aset yang berada di kantor CV. ADHI DJOJO.

Bagus sempat menjelaskan CV. ADHI DJOJO masih dalam proses sengketa, yang mana dari Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri menolak eksepsi para Tenggugat berdasarkan putusan sela perkara no : 148/Pdt.G/2020/PN Gpr.

Yang mana dalam putusan itu Bagus masih sah sebagai Wakil Direktur CV. ADHI DJOJO yang merupakan sebuah Perusahaan Tambang Pasir dan Batu (sirtu) sesuai dengan Akta Anggaran Dasar CV. ADHI DJOJO yang sekarang masih di sengketakan.

“Harusnya yang membuat laporan itu saya apabila terjadi hilangnya, atau dugaan pencurian terhadap aset yang berada di Kantor CV. ADHI DJOJO, karena jelas dalam rapat tanggal 6/04/2020 saya diberikan kewenangan, pengendali serta penanggungjawab di kantor, apalagi yang di dalam kantor itu komputer milik saya dulu bekas saya pakai di restoran, dan saya taruh disini untuk membantu administrasi di kantor” Jelas Bagus selaku Wadir CV. ADHI DJOJO.

Masih menurut keterangan Bagus “disini sebenarnya saya mempertanyakan kok ada Excavator/Backhoe yang diturunkan tanpa sepengetahuan saya di lokasi depan kantor tanpa diketahui siapa pemiliknya, karena masih dalam proses sengketa ditakutkan ada pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana, terkait pelaporan dugaan pencurian aset kantor ini saya malah baru tahu juga.” Pungkasnya kepada awak media. (ND)